RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Jelang pelaksanaan Muktamar NU ke 35 di Jombang dan perayaan HUT RI Ke 81 tahun, Nahdliyyin Mimika, Papua Tengah menggelar syukuran dan doa bersama dipusatkan di Musholla Al-Ikhlas Swakarsa Kampung SP1 Kamoro Jaya, Papua Sabtu 15 Agustus lalu.
Para jamaah datang dari berbagai penjuru dimana titik kumpul berada ditempat para pejuang pulang dari menyerang musuh. Acara diawali dengan maulid Barzanji, istighatsah, munajat muktamar NU ke -35, tahlil untuk pahlawan dan renungan kemerdekaan.
Acara yang sama digelar di tiga masjid, yakni Darul Muttaqin TSM SP3, Baitul Muhajirin Trans Baru SP3, Al-Ikhlas Kadun Jaya bersama MT Darunnida’ dan Grup Sholawat Miftahul Jannah. Dengan selesainya di musholla Al Ikhlas Swakarsa ini, lengkaplah munajat dan riyadhoh untuk kesuksesan muktamar NU ke 35 di sebelas titik selama 11 malam.
“Ada empat niat yang kami lakukan dalam satu acara, yakni rutinan istighatsah, munajat muktamar, peringatan HUT RI ke-81, serta maulid duabelasan. Niat-niat ini bisa ditambah lagi, yakni niat silaturahim, sedekah, kirim doa, iktikaf, memakmurkan masjid, menuntut ilmu, dan niat niat baik lainnya. Sesungguhnya amal itu bergantung niat,” urai Wakil Ketua PCNU Mimika, H. Sugiarso kepada media dalam keterangannya.
Menurutnya, acara seperi ini tidak hanya dilihat sebagai amalan dan tradisi, tetapi dilihat sebagai harokah dan manhaj an-nahdliyyah. Perjalanan sebelas malam di sebelas lokasi tanpa putus tentu bukan perjalanan biasa, namun sebuah laku tirakat (riyadhooh) untuk kesuksesan muktamar dan NU. Kondisi keamanan di Mimika yang labil, lokasi yang jauh, dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan tersendiri dan laku tirakat.

“Kita kalau tidak ada acara seperti ini, walaupun malam, jauh dan hujan, kita tidak bisa bertemu, satu sama lain tidak nyambung dan merasa cukup di tempat masing-masing. Tidak ada yang datang dan didatangi. Kita bukan mencari makanan, apalagi amplop, tetapi nilai silaturahim ini yang penting dan harus dijaga,” tegas H. Faisal, Ketua MWCNU Mimika Baru sekaligus komandan tim jamaah istighatsah benar-benar menjalani riyadhoh safar berkeliking sebelas malam tanpa putus
Perubahan landasan harokah acara ini diperkuat dengan penyerahan buku “Aswaja An-Nahdliyyah” terbitan LTNU PWNU Jawa Timur dan majalah AULA kepada tokoh pergerakan NU Mimika, yakni H Faisal, Ust Ngateno, Pak Sabariyanto, dan Ust Irin.
“Kami berharap penyerahan buku dan majalah ini menjadi penguat basyirah para penggerak ini guna kemajuan NU dan keselamatan dunia akhirat dan memberkahi anak keturunannya,” harap H. Sugiarso. (rls).