Dirjen Pesantren: Sekolah Negeri Bisa Menolak, Tapi Pesantren Tidak Pernah Menutup Pintu

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Direktur Jenderal Pesantren Kementerian Agama (Kemenag) RI, Basnang Said, menyoroti karakter inklusif dan keterbukaan lembaga pendidikan pesantren di Indonesia. Berbeda dengan sekolah umum atau madrasah negeri yang menerapkan seleksi ketat dan batasan kuota, pesantren dinilai tidak pernah menutup pintu bagi siapa pun yang datang dengan niat menuntut ilmu.

Basnang mengungkapkan, prinsip terbuka ini menjadi salah satu keunggulan utama pesantren yang terus dipertahankan oleh para kiai dan pengasuh pondok sejak dulu.

“Setiap orang yang membawa putra-putrinya ke pesantren, tidak pernah ada kata tidak oleh pengasuh pesantren. Karena para kiai mengatakan, ‘Anak-anak niatnya baik, kenapa harus ditolak?'” kata Basnang dikutip dari Youtube BAZNAS RI, Kamis (17/9/2026).

Ia menuturkan, ketegasan dan pembatasan penerimaan murid sejatinya lebih sering dijumpai pada sistem pendidikan negeri. Keterbatasan daya tampung pada sekolah umum maupun madrasah negeri kerap memaksa lembaga-lembaga tersebut menolak calon peserta didik.

“Yang menolak adalah negara; MIN, MTsN, MAN. Tapi pesantren tidak ada yang menolak. Artinya bahwa pesantren benar-benar utuh untuk anak-anak kita,” tegasnya.

Menurut Basnang, keterbukaan pesantren dalam menerima seluruh calon santri merupakan wujud nyata dari komitmen lembaga tersebut dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat secara utuh. Namun, besarnya beban pengabdian ini belum sebanding dengan dukungan fasilitas yang ada, di mana satu gedung pesantren sering kali harus digunakan bergantian dari pagi hingga malam untuk berbagai jenjang pendidikan.

Oleh karena itu, ia menyampaikan harapan besar agar negara dapat memberikan perhatian dan intervensi yang lebih nyata, khususnya dalam hal peningkatan anggaran serta pemenuhan sarana dan prasarana gedung agar setiap jenjang pendidikan di pesantren memiliki fasilitas tersendiri.

“Kita berharap nanti tahun 2027 budget untuk Direktorat Jenderal Pesantren itu jauh lebih baik anggaran dan budget-nya. Lembaga pendidikan pesantren berkontribusi nyata membangun sumber daya manusia bangsa, dan negara penting untuk ikut berterima kasihlah kepada pesantren,” pungkasnya.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.