Dies Natalis SMAN 1 Padalarang, 1 Murid – Guru Terbaik Menerima Beasiswa Umroh
RISALAH NU ONLINE, BANDUNG BARAT – Pada momen Dies Natalis ke 59 SMAN 1 Padalarang, Bandung Barat tahun 2026, satu murid dan guru terbaik menerima beasiswa umroh. Program tersebut bersumber dari infaq harian siswa Rp.500 dan guru Rp.1000 yang terkumpul hingga mencapai sekitar Rp. 63 juta selama 1 tahun.
Menurut Kepala SMAN 1 Padalarang, Lina, S.Pd., M.T. program beasiwa siswa umroh hasil dari replikasi, ketika memimpin di SMAN 2 Lembang melanjutkan program kepala sekolah yang terdahulu. Sedangkan di SMAN 1 Padalarang mulai dirintisnya sejak 2023.
“Tahun 2024 tiga orang yang meraih beasiswa umroh, sebab tabungannya terkumpul selama 1 tahun setengah. Sedangkan tahun 2025 dan 2026, setiap tahunnya terkumpul dana infaqnya untuk mencukupi biaya ibadah umroh untuk 2 orang. Tahun ini mereka berangkat pada bulan oktober 2026,”jelasnya kepada wartawan di ruang kerjanya (25/9/2026).

Lina, optimis jika dikemudian hari sudah tidak lagi memimpin SMAN 1 Padalarang, program beasiswa umroh tersebut akan tetap berjalan. “Sebab program yang berhasil dijalankannya bagian dari inovasi satuan pendidikan untuk mensukseskan program pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan karakter atau Panca Waluya. Programnya dijalankan dengan sistem yang transparan dan proses seleksinya dilaksanakan dengan benar atau adil,” ungkapnya.
Penerima beasiswa umroh tersebut, Asy Syakira tahun ini didampingi guru terbaiknya Rizky Rianty berangkat bersama untuk ibadah umroh ke Mekkah dan Madinah melalui program beasiswa umroh SMAN 1 Padalarang.
Asy Syakira sebelumnya sempat memiliki hafalan 5 juz pada masa pandemi ketima di sekolah dasar di tahun 2020. Selanjutnya dalam masa belajar di bangku SMP hingga SMA tetap berupaya menyempatkan hingga hafalannya mencapai 6 Juz. Dengan bekal hafalan itu, dirinya meyakini bahwa mereka yang memuliakan Al Quran, maka Quran akan menjadi jalan untuk kemuliaan hidupnya.
“Alhamdulillah dari hafalan itu menjadi bekal untuk mengikuti seleksi beasiswa umroh,” ucapnya pelajar yang sempat berprestasi di tingkat Kabupaten dalam bidang sains
Menurutnya hal yang paling berkesan dalam pencapaian itu ialah saat proses menghafal Qurannya pada waktu malam hari ditemani oleh kedua orang tua, serta orang tua berupaya sholat tepat waktu, istiqomah mendoakan di waktu sholat malam atau tahajud.
“Insyaalloh nanti jika sudah di tanah Suci, akan aku doakan juga yang terbaik untuk orang tua, guru, dan teman di Sekolah,” ucapnya
Hal lain diungkapkannya dalam menjalankan saran dari Ibunya, Asy Syakira menceritakan bahwa sempat mandi air garam hangat untuk kesehatan tubuhnya dalam masa berjuang meraih apa yang dicita-citakan. (rls).