Sekjen LMD: Sejarah Konflik Manusia Terjadi Karena Beda Pemahaman

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (MWL) Syekh Mohammed bin Abdul Karim al-Issa menyatakan bahwa bentrokan dan konflik yang mengiringi sejarah umat manusia terjadi karena kurangnya kesadaran.

“Terutama pemahaman tentang perbedaan sebagai sesuatu yang memerlukan perselisihan, kebencian dan konflik,” terangnya pada pembukaan R20 International Summit of Religious Authorities (ISORA) yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Park Hyatt Jakarta, Senin (27/11/2023) lalu.

Keterbelakangan tersebut pada akhirnya mengakibatkan tragedi-tragedi yang menumpahkan darah umat manusia kemudian menjadi dampak yang berlaku dalam bab-bab sejarah tersebut.

“Dan pada abad ke-20 sekitar 170 juta orang meninggal dunia dalam 260 konflik bersenjata,” ujarnya.

Yang paling berbahaya menurutnya, tatkala agama dilibatkan dalam konflik-konflik yang hanya mewakili kepentingan-kepentingan intelektual dan politik mereka, namun tidak ada hubungannya dengan kebenaran agama.

“Karena itu adalah alat mobilisasi dan pengaruh yang paling kuat. Agama dengan asal usulnya yang sama meskipun berbeda syariatnya tidak bersalah atas kekacauan yang dilakukan oleh para penganutnya atas nama Tuhan yang Maha Kuasa,” ungkapnya.

Di hadapan peserta yang hadir, ia pun meminta agar semuanya membangun kebijaksanaan dan visi yang tulus dan objektif dalam menciptakan perdamaian dan membangun hidup berdampingan dan harmonis sebagai alternatif terhadap siklus kekerasan dan kontra kekerasan.

Meski dunia Internasional telah berupaya untuk mengurangi perang dan dampak negatifnya dengan membentuk serangkaian piagam dan lembaga internasional, namun ia menilai bahwa dalam beberapa kasus, upaya tersebut tidak dilakukan secara serius dan tegas.

“Dan apa yang terjadi saat ini di Palestina adalah bukti terkuat dari kegagalan komunitas internasional dalam mencapai keadilan penuh dalam isu sentral yang memiliki implikasi global,” tegasnya.

Baca Juga :   Kunjungi Al Azhar, Putri Gus Dur Disambut Hangat Grand Syeikh

Ia pun menuntut agar seluruh negara-negara dan organisasi-organisasi di dunia untuk bersatu dan bekerja keras dalam menghentikan semua perang, terutama kebrutalan yang dilakukan di Gaza.

“Dan mencari solusi berkelanjutan untuk konflik ini dengan menerapkan seluruh resolusi dan piagam internasional secara adil” tegasnya.

Ia berharap agar ISORA menjadi langkah yang efektif memberikan kontribusi dalam memperbaiki keretakan antara negara dan rakyat di dunia.

“Terima kasih kepada saudara-saudara yang terhormat di NU atas komunikasi dan aliansi yang baik ini,” pungkasnya.

Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo. Dalam kesempatan tersebut hadir sejumlah tokoh antara lain Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Direktur Liga Muslim Dunia untuk Indonesia dan ASEAN Abdurrahman Al-Khayyat, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf, Katib Aam PBNU K.H. Ahmad Said Asrori, serta Pj. Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

Hadir pula antara lain Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi, Duta Besar Palestina untuk Republik Indonesia Zuhair Al Shun, dan Duta Besar Filipina untuk Republik Indonesia Gina Alagon Jamoralin. (Yudo)

Leave A Reply

Your email address will not be published.