Sowan Gus Yahya, Dubes Iran Bahas Genosida Israel

 

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia mengunjungi markas besar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Selasa (5/12/2023) di gedung PBNU, LT. 3, Jakarta Pusat. Kedatangan mereka disambut langsung secara hangat oleh Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya).

 

Dalam pertemuan tersebut kedua pihak fokus membahas sejumlah isu terkini diantaranya terkait hubungan antara Iran dan Indonesia dengan negara-negara Islam di Timmur Tengah serta genosida yang dilakukan oleh Israel terhadap rakyat Palestina.

 

“Saya senang sekali hari ini bisa hadir di kantor PBNU dan bertemu dengan Gus Yahya. Pada pertemuan ini kami membicarakan hubungan dekat antar kedua negara khususnya dengan negara Islam. Khsusunya dalam pertemuan ini kami membicarakan soal genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina,” ujar Duta Besar Republik Islam Iran, HE. Mohammad Boroujerdi.

 

Pada kesempatan tersebut dirinya mengaku telah mendapat sejumlah masukan dari Gus Yahya. Oleh karenanya ia meminta agar segera mengambil langkah-langkah konkrit untuk menegakkan keadilan di Palestina.

 

Hero Banner 1080 X 400

“Perlunya menegakkan keadilan terhadap bangsa Palestina dan menyebarkan keadilan ini untuk seluruh wilayah Palestina yang diduduki Israel,” tegasnya.

 

Di sisi lain, Boroujerdi mengaku memiliki hubungan yang sangat baik dengan Indonesia dan NU khususnya. Ia pun berharap agar kedepannya para Ulama Iran dan Indonesia sepakat menjalin kerjasama serta berpartisipasi secara aktif terhadap program-program yang digagas bersama.

 

“NU sejak zaman Gus Dur bahkan jauh sebelumnya memperjuangkan persatuan antar golongan untuk memajukan tujuan tujuan Islam. Kami berdiskusi dengan Gus Yahya mengenai kerjasama antara ulama Iran dan Indonesia dan kami sepakat bahwa harus berpartisipasi dalam program tersebut,” pungkasnya. (yudo)

Baca Juga :   Aktualisasi Nilai Pancasila, IPPNU DKI Peringati Hari Pahlawan Bareng BPIP
Leave A Reply

Your email address will not be published.