Gelar Haul Ahmad Bagja keempat, Said Aqil Siradj : Beliau orang yang kalem tapi mempunyai prinsip yang tegas

0

 

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Peringatan Haul ke-4 Al-Maghfurlah KH. Ahmad Bagdja dihelat pada Selasa (6/2/2024) di Lapangan BLK Yayasan Arkasih, Dusun Cisampih, Desa Manggari Lebakwangi, Kuningan.

 

Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional. Terlihat hadir di acara tersebut yaitu Ketua Umum PBNU periode 2010-2021 KH. Said Aqil Siradj, Anggota DPR RI Fraksi PKB sekaligus anak almarhum, H. Yanuar Prihatin serta KH. Ikram bin Ahmad selaku guru besar Majelis Zikir Zulfaqar Indonesia.

 

“Alhamdulillah, pada malam hari ini saya bisa silatul arham dengan masyarakat kecamatan Lebakwangi Kuningan pada Haul Almarhum KH. Ahmad Bagja yang keempat, mudah-mudahan pertemuan kita membawa berkah di dunia dan akhirat,” kata Said yang pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU selama dua periode periode 2010-2021 tersebut.

 

Said mengenang kebersamaannnya dengan Bagja kala PBNU berada dalam tekanan Orde Baru tepatnya pada pelaksanaan Muktamar NU di Cipasung tahun 1994. Dirinya menilai bahwa sosok Bagja merupakan orang yang tegas dalam bependirian dan tak pernah lari meski dirinya harus menjadi musuh pemerintah di masa Orde Baru.

 

“Gak pernah lari saya dan pak Bagja, apa kata Gus Dur, Gus Dur lari, saya lari. Jika Gus Dur gak lari, maka saya dan pak Bagja gak akan lari. Itu lah kenang-kenangan saya dengan pak Bagja,” kenang Said.

 

Dirinya juga menilai bahwa Bagja merupakan sosok yang santun dan kalem.

“Beliau orang yang kalem tapi mempunyai prinsip yang tegas,” tuturnya.

 

Sebagaimana diketahui, pria yang dikenal sebagai Ketua Umum PMII periode 1977-1981 tersebut wafat pada Kamis, 6 Februari 2020 pukul 01.09 WIB di RS Jakarta Medical Center (JMC). KH. Ahmad Bagja lahir pada 13 Maret 1943 di Kuningan, Jawa Barat. Rekam jejaknya dalam dunia pergerakan dimulai kala dirinya menjadi Ketua Umum Dewan Mahasiswa IKIP Jakarta. Di tahun-tahun berikutnya, Bagja melanjutkan kiprahnya menjadi Ketua Badan Koordinasi Senat-senat Mahasiswa IKIP se-Indonesia (1970), Ketua Umum PMII periode 1977-1981 dan Sekjen PBNU pada periode kedua kepengurusan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) tahun 1989-1994. (Yudo)

Baca Juga :   Halaqah Fiqih Peradaban Jilid II, Gus Yahya Ingatkan Visi Besar NU
Leave A Reply

Your email address will not be published.