PBNU dan YANMU Gelar Rihlah Kemanusiaan 2026: Salurkan Ambulans untuk Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

0

RISALAH NU ONLINE JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) berkolaborasi dengan Yayasan Anugerah Nusantara Al-Mubarokah (YANMU) resmi menggelar program “Rihlah Kemanusiaan 2026”. Program ini diinisiasi untuk memperluas dan mempercepat akses layanan kesehatan masyarakat, khususnya di wilayah-wilayah pelosok Indonesia.

Ketua Umum PBNU, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menyampaikan bahwa fasilitas transportasi medis seperti ambulans sangat penting untuk mengatasi persoalan ketimpangan akses kesehatan yang selama ini dirasakan warga di daerah.

“Masyarakat sering kali masih menghadapi kendala akses ke tempat layanan kesehatan. Bantuan ambulans ini saya kira sangat tepat sebagai bentuk dukungan langsung yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Gus Yahya di Gedung PBNU, Jakarta pada Senin, (03/08/26)

PBNU menyerahkan pemetaan distribusi armada kepada pengurus Pengurus Wilayah NU (PWNU) dan Pengurus Cabang NU (PCNU) daerah.

“Silakan ditempatkan di mana yang paling membutuhkan, entah itu Majelis Wakil Cabang (MWC) atau pondok pesantren di wilayah masing-masing,” imbau Ketum PBNU.

Sementara itu, Syahdana Hardjo Baswara, Wakil Ketua Umum YANMU menyampaikan komitmen lembaganya dalam mendukung ketersediaan fasilitas armada kesehatan bagi NU di seluruh daerah.

“Sejauh ini sudah 300 PW dan PCNU yang terkonfirmasi mengenai penyaluran bantuan ambulans. Insyaallah paling cepat dalam 2-3 minggu akan terealisasi dan tiba di PCNU dan PWNU seluruh Indonesia. Target kita 400 sampai 500 ambulans untuk kita realisasikan,” terangnya.

Di luar pembahasan Rihlah Kemanusiaan, Gus Yahya juga memaparkan perkembangan kesiapan Muktamar NU mendatang yang dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul ‘Ulum Tambakberas, Jombang.

Persiapan fisik seperti akomodasi/kamar peserta di dalam area pesantren sudah rampung. Seluruh rangkaian permusyawaratan resmi Muktamar dipastikan bertempat di dalam area pondok pesantren. Agenda seperti istighosah, pameran, bazar, dan seminar luar disiapkan di area luar pesantren untuk menampung partisipasi ribuan warga penggembira.

Gus Yahya pun menyampaikan komitmennya untuk menuntaskan tata kelola jam’iyah NU secara menyeluruh. “Fondasi yang dibangun hampir lima tahun ini harus diselesaikan dengan kokoh agar tatanan organisasi mampu melayani seluruh warga secara berkelanjutan,” pungkasnya.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.