Inilah 6 Makam Masyayikh di Area Muktamar NU 35 Jombang 

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Sekitar 250.000 warga NU dari berbagai penjuru dunia akan tumplek blek merayakan perhelatan akbar NU lima tahunan. Muktamar NU ke 35 digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur pada 27-31 Agustus 2026 mendatang.

Dari ribuan nahdliyyin yang hadir, dengan berbagai macam latar belakang dan beragam tujuan. Ada yang siap menjadi peserta muktamar, ada yang akan menjadi pengembira muktamar dan ada pula yang datang untuk ziarah ngalap berkah para muasis NU di Jombang.

Seperti, aktivis NU asal Lampung Tengah, H Ulinuha, yang berencana akan hadir pada acara muktamar NU di Jombang sekaligus berziarah ke makam Gus Dur dan masyayikh NU lainnya. ”Insyallah hadir sekaligus ziarah wali NU,” ujarnya kepada Risalah NU Online, Rabu (05/08/26).

Sebagai tuan rumah muktamar NU 35, keluarga besar Jombang sudah menyiapkan tempat khusus untuk para muktamirin dan fasilitas nahdliyin yang akan berziarah ke makam para pahlawan nasional dan tokoh NU yang berada sekitaran area Muktamar NU di Jombang, Jawa Timur.

Setidaknya ada 6 destinasi wisata religi yang masyhur di Jombang, berikut keterangannya;

1. Kompleks Makam Ponpes Tebuireng.

Di kompleks makam Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Jombang ini, bersemayam pahlawan nasional sekaligus pendiri Ponpes Tebuireng yang juga pendiri Nahdlatul Ulama (NU), Hadratusy Syekh KH Hasyim Asy’ari.

Sang pencetus Resolusi Jihad ini, memiliki gelar Hadratusy Syekh karena kiai Hasyim Asy’ari hafal Kutubussittah (6 kitab hadits) dan bergelar Syaikhul Masyayikh (gurunya para guru).

Kemudian, pahlawan nasional KH A Wahid Hasyim yang merupakan Menteri Agama RI pertama. Juga pernah menjadi Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indoensia (PPKI). Putra sulung Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari ini menjadi pelopor masuknya ilmu umum di pondok pesantren, serta penggagas sila pertama Pancasila “Ketuhanan Yang Maha Esa”.

Ada juga makam Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur yang juga putra KH A Wahid Hasyim, serta pengasuh Ponpes Tebuireng dari masa ke masa, dan duriyah Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari.

Di kawasan wisata religi Tebuireng ini juga terdapat Museum Islam Indonesia KH Hasyim Asy’ari, yang berada di area parkir kawasan makam Gus Dur. Museum berbentuk Piramida yang terpotong ini didirikan atas inisiatif KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah), adik Gus Dur yang juga pengasuh Ponpes Tebuireng kala itu.

2. Makam KH Abdul Wahab Chasbullah.

KH Abdul Wahab Chasbullah merupakan pendiri NU bersama KH Hasyim Asy’ari. Ulama kondang ini dikenal sebagai pelopor kebebasan dalam berpikir dan berpendapat. KH Wahab Chasbullah juga merupakan pahlawan nasional yang secara resmi disematkan pada November 2014. Kiai ini juga pengarang syair Ya Lal Wathon yang banyak dinyanyikan kalangan nahdliyin. Adapun makam sang inisiator GP Ansor ini, terletak tidak jauh dari Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, tepatnya di Desa Tambakrejo, Kecamatan/Kabupaten Jombang (tempat Muktamar NU 35) sekarang.

3. Makam KH Bisri Syansuri.

KH Bisri Syansuri merupakan kakek Gus Dur dari garis ibu. Kiai Bisri Syansuri juga merupakan murid dan kemudian menjadi besan Hadratus Syekh KH Hasyim Asy’ari. Kiai Bisri Syansuri juga adalah pendiri Ponpes Mambaul Ma’arif, Denanyar, Kabupaten Jombang.

Tokoh sekaligus salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini juga menjadi pelopor berdirinya Ponpes khusus putri di Indonesia. Kala itu, langkah kiai yang juga adik ipar KH A Wahab Chasbullah ini dinilai tak biasa di mata kalangan ulama Indonesia.

Dalam pengembangan NU, Kiai Bisri menjadi pelopor pendirian rumah-rumah yatim piatu dan pelayanan kesehatan. Adapun makam KH Bisri Syansuri terletak di kawasan Pondok Pesantren Mambaul Ma’arif Denanyar, Kecamatan/Kabupaten Jombang.

4. Makam KH Tamim Irsyad dan KH M Romli Tamim.

KH Tamim Irsyad merupakan pendiri Ponpes Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang yang kini menjadi salah satu pondok terbesar di Kabupaten Jombang.

Sedangkan KH M Romli Tamim merupakan putra ketiga KH Tamim Irsyad. Kiai yang dikenal ahli ilmu tauhid dan fiqih ini juga merupakan murid dan menantu Hadratusy Syekh Hasyim Asy’ari.

Kiai Romli Tamim juga merupakan salah satu ulama besar Nahdlatul Ulama (NU) dan salah satu mursyid Thariqah Qodiriyah wa Naqsyabandiyah. KH Romli Tamim adalah penyusun Istigasah, yang biasa di baca kalangan Nahdilyin.

Sedangkan makam KH Tamim Irsyad dan KH M Romli Tamim beserta pengasuh Ponpes Darul Ulum dari masa ke masa berada di kawasan Pondok Pesantren Darul Ulum, Rejoso, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang.

5. Makam Sayyid Sulaiman

Sayyid Sulaiman merupakan keturunan ulama Yaman dari marga Basyaiban. Sayyid Sulaiman adalah putra dari Sayyid Abdurrahman dengan Syarifah Khadijah, cucu Raden Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.

Sayyid Sulaiman merupakan pendiri Pondok Pesantren (Ponpes) Sidogiri, Kabupaten Pasuruan dan dikenal salah satu pendakwah termasyhur pada masanya.

Makam Sayyid Sulaiman berada di Desa Betek, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang.

Dalam kisahnya, Mbah Sayyid Sulaiman sedang melakukan perjalanan untuk memenuhi panggilan Raja Mataram Islam di Solo. Namun, sampai di Desa Betek, Sayyid Sulaiman sakit dan wafat.

Kisah versi lain, Sayyid Sulaiman wafat di Desa Betek, dalam perjalanan sepulang dari Solo menuju Pasuruan.

6. Makam Sayyid Ismail

Makam Sayyid Ismail berada di area pemakaman umum Dusun/Desa Janti, Kecamatan Jogoroto, Kabupaten Jombang. Makam Sayyid Ismail, ramai menjadi jujugan peziarah, sejak KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur berziarah ke makam tersebut pada tahun 2000-an.

Bahkan, Presiden RI ke-4 inilah yang mengatakan, jika Sayyid Ismail merupakan pengawal Putri Campa atau Putri Cempo. Sedangkan Putri Campa adalah istri Prabu Brawijaya V yang berasal dari Negeri Champa (Vietnam).

Putri Campa merupakan bibi dari Sunan Ampel dan ibu dari Raden Fatah, Sultan Demak pertama. Istri raja Majapahit ini, saat itu sudah memeluk agam Islam. Dari sinilah, cikal bakal Islam masuk ke bumi Majapahit. (hud/bsm).

Leave A Reply

Your email address will not be published.