RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren dan penguatan pasar halal internasional menjadi salah satu program dalam sinergi baru antara Badan Pengelola Investasi Danantara, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), dan Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI. Kerja sama strategis ini ditandai melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).
Agenda tersebut turut dihadiri langsung oleh Wakil Presiden RI ke-13, KH. Ma’ruf Amin, selaku Ketua Dewan Penasihat Pengurus Pusat MES.
CEO Danantara, Rosan Roeslani menjelaskan bahwa kolaborasi ini dirancang untuk merealisasikan program-program konkret selama lima tahun ke depan. Salah satu pilar utamanya adalah membangun kemandirian ekonomi di lingkungan pesantren melalui pengembangan wirausaha santri dan koperasi.
“Tadi juga kita MoU bersama untuk kerja sama, baik pengembangan dari koperasi masjid, kemudian koperasi santri, dan juga pengembangan bagaimana agar terbentuk tercipta juga santri entrepreneurship atau wirausaha dari para santri yang kita akan bangun,” ujar Rosan di Wisma Danantara Indonesia, Jakarta, pada Kamis, (13/08/26) malam.
Selain penguatan kapasitas ekonomi santri di tingkat akar rumput, sinergi ini juga membidik momentum pembukaan pasar halal berskala global. Rosan mengungkapkan, salah satu agenda besar terdekat yang disinergikan adalah penyelenggaraan Jogja International Halal Festival pada akhir tahun ini.
“Tentunya juga ada program yang akan dilaksanakan di daerah tadi di Jogja, Program Masyarakat Ekonomi Syariah adalah Jogja Halal International yang akan dilaksanakan juga di bulan Desember, di awal Desember tanggal 4 sampai 6 Desember. Itu juga dalam rangka kita mendorong penggunaan, awareness, dan juga implementasi dari ekonomi syariah ke depannya,” papar Rosan.
Guna mendukung keberlanjutan program sinergi tersebut, Danantara akan menghubungkan para pelaku usaha berbasis komunitas ini dengan ekosistem keuangan formal BUMN.
“Bagaimana kita juga menghubungkan ini dengan ekosistem yang ada di BUMN maupun di Danantara, seperti dengan Bank Syariah, kemudian juga dengan Asuransi Syariah, dan juga financial syariah lainnya. Dan bagi juga kita bisa mendorong program-program UMKM syariah yang ada juga,” terang Rosan.
Sementara itu Ketua BAZNAS RI, Sodik Mujahid menegaskan kolaborasi tersebut juga mencakup edukasi dan penghimpunan ZIS-DSKL di lingkungan BUMN, pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi syariah dan masjid, kolaborasi riset serta pertukaran data, hingga pelaksanaan aksi sosial bersama di bidang kesehatan, pendidikan, dakwah, dan kebencanaan.
“MoU-nya itu untuk berbagai program, dimulai dengan tadi mobilisasi atau pengumpulan dan juga distribusi,” jelas Sodik.
Menurutnya, selain mengoptimalkan tata kelola zakat di instansi pemerintah, kolaborasi ini turut menyasar perluasan jangkauan program-program sosial binaan BUMN di berbagai wilayah.
“Dari segi distribusi, kami juga akan bekerja sama untuk menyasar program-program binaan BUMN di berbagai lokasi, meskipun bentuk programnya diserahkan sepenuhnya kepada kami melalui 13 program unggulan yang diperuntukkan bagi para mustahik, termasuk mustahik binaan BUMN,” ujarnya.
(Anisa)