Habib Ja’far Tanggapi Sindiran “Pindah ke Mars vs Debat Maulid”

0

RISALAH NU ONLINE, KEDIRI — Habib Ja’far menyampaikan perhatiannya terhadap narasi di media sosial yang membandingkan kemajuan sains modern dengan diskusi tradisi keagamaan. Ia menilai narasi yang kerap meremehkan perdebatan santri mengenai maulid lahir dari sudut pandang yang tidak seimbang terhadap cabang ilmu sosial, humaniora, dan agama.

“Saya tidak setuju dengan quote-quote (kutipan) di media sosial. Itu yang mengatakan orang sudah berpikir untuk pindah ke Mars, tapi santri masih aja debat maulid. Masih aja debat soal bid’ah. Menurut saya itu muncul dari paradigma yang tidak adil dalam melihat ilmu,” katanya dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Gus Kautsar di Teras Gubuk, Kediri yang dikutip dari Youtube Teras Gubuk pada Senin, (14/09/26).

Habib Ja’far menegaskan bahwa peringatan maulid merupakan bentuk ekspresi penghormatan dan kasih sayang yang sangat wajar serta mendasar bagi manusia yang berakal. Tidak adanya perintah eksplisit dari Rasulullah SAW untuk merayakan hari lahirnya justru mencerminkan kerendahan hati (tawadhu) beliau yang begitu tinggi.

“Ini adalah tindakan yang paling rasional, yang paling mendasar, yang bisa kita lakukan sebagai persembahan kepada Nabi Muhammad. Ini adalah tindakannya orang yang berakal,” tuturnya

Selain itu, beliau menyampaikan bahwa ekspresi kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak boleh disempitkan hanya pada satu bentuk tradisi tertentu. Setiap umat memiliki cara beragam untuk menyambut momen tersebut, baik melalui pembacaan selawat, bersedekah, maupun kegiatan sosial.

“Cara bergembira atas kelahiran Nabi itu bisa bermacam-macam. Dan kita tidak mau mereduksi bahwa maulidan itu harus begini, enggak,” tegasnya.

Sebagai penutup, Habib Ja’far mengajak umat untuk menjadikan maulid sebagai momentum melekatkan kembali nilai-nilai utama ajaran Rasulullah SAW, seperti akhlak, ilmu, iman, dan dakwah dalam kehidupan sehari-hari.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.