Borong 6 Juara di MTQ Unila, Kader KMNU Siap Melesat ke MTQMN 2027

0

RISALAH NU ONLINE, BANDAR LAMPUNG — Ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Universitas Lampung (Unila) 2026 resmi menjadi batu loncatan bagi Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Unila. Usai memborong enam gelar juara, para kader KMNU kini langsung mengalihkan fokus dan bersiap menembus panggung berskala nasional, yakni MTQ Mahasiswa Nasional (MTQMN) 2027.

KMNU Unila sukses membawa pulang trofi dari lima cabang lomba. Deretan prestasi tersebut disumbangkan oleh:

– Juara 1 Musabaqah Pembacaan Kitab Maulid Nabi (MMN): Abi Zainul Haq, Aji Abror Pangestu, Husni Afrizal, dan M. Fajar Pratama.

– Juara 2 MMN: Anisa Asahra, Nanda Alita, Novi Widya Putri, dan Nur Intan Zahara.

– Juara 1 Musabaqah Fahmil Qur’an (MFQ): Azizah Olivia, Natasya Sabella Pratiwi, dan Nur Halimah.

– Juara 1 Qira’at Sab’ah: Hasbi Murni.

– Juara 2 Musabaqah Desain Aplikasi Komputer Al-Qur’an (DAQ): Imam Rifa’i dan Makhasin Muhammad.

– Juara 3 Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Kandungan Al-Qur’an (KTIQ): Arjuna Yulizar Mahendra dan Basit Diwa Fakara.

 

Presidium Nasional PP KMNU, Hafidz Fatur Rahman, menegaskan bahwa rentetan gelar ini bukanlah garis akhir, melainkan pijakan awal untuk terus menempa diri menuju ajang nasional pada 2027 mendatang.

“Semoga capaian ini menjadi motivasi bagi kader KMNU di mana pun berada untuk terus belajar, berproses, dan meraih prestasi,” ujar Hafidz kepada Risalah NU Online pada Selasa, (29/09/26).

Ia menambahkan, pihak pengurus pusat berkomitmen mendampingi proses kaderisasi ini hingga ke tingkat nasional. “Prestasi ini harus menjadi bagian dari proses kaderisasi. Kader tidak boleh berhenti pada satu pencapaian, tetapi harus terus belajar, mengembangkan kemampuan, dan berani mengambil tantangan pada tingkat yang lebih tinggi,” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari pihak rektorat. Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Unila, Prof. Sunyono, mengapresiasi konsistensi KMNU dalam membina mahasiswa dan berharap tradisi juara ini dapat berlanjut hingga MTQMN 2027.

“Universitas tentu sangat mengapresiasi berbagai wadah kegiatan mahasiswa yang dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kapasitas dan potensi mahasiswa,” ungkap Prof. Sunyono.

Ia menilai keterlibatan aktif KMNU dalam mengirimkan kader-kader terbaiknya menjadi bagian penting dari pembentukan karakter dan prestasi kampus. “Kami melihat keterlibatan KMNU Unila dalam berbagai kegiatan, termasuk MTQ ini dalam mengirimkan kader terbaiknya,” lanjutnya.

Dengan bekal kemenangan di tingkat universitas dan proses pembinaan berkelanjutan, para kader KMNU Unila kini resmi memulai persiapan intensif guna membawa nama kampus pada ajang MTQMN 2027.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.