BERTAQARRUB KEPADA ALLAH S.W.T.

0

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA

 

Setiap orang mukmin pada dasarnya selalu ingin dekat atau bertaqarrub kepada Allah s.w.t. dan senantiasa berusaha mensucikan kalbunya dari segala noda yang mengotorinya.

Apabila kalbu atau mata batin seseorang telah dapat disucikan dari berbagai macam dosa dan kecenderungan hawa nafsu, maka hati tersebut akan memantulkan cahaya yang terang benderang. Dengan cahaya itu, seseorang akan dapat mendekatkan diri kepada Allah dengan sebaik-baiknya.

Ada beberapa kegiatan atau langkah agar seseorang bisa memiliki hati yang bersinar agar dapat mengenal Allah s.w.t. dengan bermakrifat dan bertaqarrub. Langkah atau aktivitas itu antara lain: (1) meningkatkan iman dan takwa kepada Allah s.w.t. secara bersungguh-sungguh dan terus berusaha mendalami ilmu batin yang dapat mempertajam mata hatinya. Dengan demikian, ia bisa memperoleh pengetahuan dari Allah melalui ilham yang orang lain tidak memperolehnya.

Langkah ke (2) hapuskan dan hilangkan bayangan dari kemewahan duniawi yang dapat menghalangi hati seseorang dari zikir dengan sungguh-sungguh kepada Allah s.w.t.. (3) membersihkan jiwa dari berbagai kesalahan dan dosa, baik dosa terhadap Allah s.w.t., ataupun dosa terhadap sesama umat manusia atau makhluk lain.

اِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّٰهِ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السُّوْۤءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوْبُوْنَ مِنْ قَرِيْبٍ فَاُولٰۤىِٕكَ يَتُوْبُ اللّٰهُ عَلَيْهِمْ ۗ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيْمًا حَكِيْمًا

Sesungguhnya taubat yang pasti diterima Allah itu hanya bagi mereka yang melakukan keburukan karena kebodohan, kemudian mereka segera bertaubat. Merekalah yang Allah terima taubatnya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Nisa, 03:17).

Langkah selanjutnya (4) berusaha dengan keras untuk mengalahkan hawa nafsu yang selalu membelenggu dirinya sehingga senang berbuat maksiat. Nafsu terdiri dari tiga bagian, yaitu (a) kecenderungan yang ada pada perut, seperti makan berlebihan, minum berlebihan, mengonsumsi barang-barang haram, mengenakan pakaian yang sangat mewah secara berlebihan, dan sebagainya. Manusia yang menjadi budak dari dorongan perutnya akan terjerembab dalam kehinaan, baik fisik maupun mental. Orang-orang yang makan berlebihan, sama dengan menggali kuburnya sendiri, karena berbagai macam sumber penyakit berasal dari makanan dan pola makan yang dilakukan seseorang.

(b) libido seksual atau nafsu syahwat yang menjerumuskan umat manusia pada kehinaan lahir dan batin di dunia maupun di akhirat. Orang-orang yang menjadi budak dari libido seksualnya dengan menyalurkannya kepada yang diharamkan, akan menjerumuskan dirinya dalam kehidupan yang sangat sengsara dan terkutuk.

(c) dorongan nafsu yang menyesatkan yang terdiri dari ghadab atau amarah. Dalam waktu yang sangat singkat, hanya berapa menit saja seorang akan mengalami penyesalan yang tiada tara. Seorang yang tidak bisa mengendalikan ghadabnya dalam waktu yang singkat, ia akan melakukan berbagai kejahatan yang merugikan diri sendiri dan merugikan orang lain.

Langkah berikutnya (5) berusaha secara terus menerus untuk mendalami ilmu yang dapat mengantarkan dirinya pada kesucian lahir batin. Hal itulah yang akan melindungi dirinya dari berbagai macam perbuatan yang tercela. Berusaha secara terus menerus untuk mengadakan riyadah ruhaniah yang dapat menjaga kesucian kalbunya dan dapat melaksanakan syariat agama dengan sebaik-baiknya. Setiap orang yang menapaki jalan sufi dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada Allah, harus diawali dengan melaksanakan syariat secara utuh dan mendalam.

Selanjutnya, melakukan pensucian diri dalam kehidupan bersyariat itu dan melangkah menuju jalan yang dapat mensucikan jiwa dan kalbunya. Apakah setiap orang bisa merintis jalan sebagaimana disebutkan di atas? Pada hakikatnya semua orang memiliki kemampuan seperti itu. Sukses atau gagalnya, tergantung bagaimana kesungguhannya dalam menempuh jalan yang terpuji dan mulia itu. Barang siapa secara besungguh-sungguh menapaki jalan yang luhur itu, maka ia akan memperolehnya dengan pertolongan dan ridha Allah s.w.t..

Leave A Reply

Your email address will not be published.