Risalah NU Edisi 44

Rp15,000.00

 

Description

ADAKAH MISTERI MENINGGALNYA SUBCHAN ZE?

Edisi menyajikan sejarah ulama sekaligus kebanggaan Indonesia yakni tokoh muda NU Subchan ZE yang telah banyak kontribusinya terhadap perkembangan Indonesia khususnya organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Lalu sebagai generasi NU selanjutnya, apa yang akan di perbuat?…

Bahwa ‘misteri’ kematian Subchan ZE yang terjadi hampir 41 tahun yang lalu. Tepatnya, pada 16 Zulhijjah 1392 H atau 20 Januari 1973, tokoh nasional yang terkenal berani, HM Subchan ZE diberitakan wafat di Tanah Suci beberapa hari setelah menunaikan ibadah haji.

Memang, harus diakui, kematian Subchan ZE tetaplah menjadi sebuah misteri yang sulit dibuka. Pertama, soal waktu yang cukup lama yang akan menyulitkan peneliti melakukan reka ulang peristiwa. Kedua, sejumlah saksi telah banyak yang meninggal. Jarak waktu 41 tahun sangatmenyulitkan penelusuran kesaksian. Saksi kunci utama HM Syauqi Taher wafat sekitar setahun lalu. Ketiga, pemerintah Arab Saudi tak melakukan penelitian atas kecelakaan itu karena keluarga almarhum tak menghendaki.

 Keempat, sosok Subchan yang merupakan penentang utama perilaku Orde Baru yang tidak demokratis akan sulit dicari buktibukti intelijennya karena sangat mungkin sudah dimusnahkan. Tentu, ada beberapa tujuan memunculkan kembali wacana kematian Subchan ZE. Pertama, tulisan ini diharapkan bisa menggugah kembali kenangan warga NU terutama generasi mudanya bahwa pernah muncul di tahun 1960-an hingga awal 1970-an seorang tokoh muda fenomenal yang sukses di karir organisasi dan politik.

Hero Banner 1080 X 400

Sosok Subchan adalah sosok harapan di era awal Orde Baru. Banyak orang jatuh cinta dengan kata-kata, ide-ide, pemikiran Subchan, dan lain sebagainya. Subchan adalah idola kaum muda yang tengah keranjingan berpolitik. Pernyataan dan pidato Subchan selalu menjadi bahasan masyarakat kala itu dari tingkat bawah hingga tingkat atas. Dari debat di warung kopi hingga polemik di media massa. Kedua, tulisan ini mengingatkan akan sejarah NU yang sarat dengan kiprah kaum muda. Subchan masuk jajaran PBNU dalam usia 30-an.

Kami juga menyajikan Daftar Pemilih Tetap (DPT), beberapa waktu lalu PBNU mengundang pihak-pihak terkait untuk membahas ini di Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. PBNU meminta agar DPT benar-benar diperhatikan, karena sangat berpengaruh terhadap stabilitas nasional ketika event Pemilu 2014 nanti dilaksanakan.

Masih banyak lagi informasi menarik yang kami sajikan, misalnya Psikologi Islam (senyuman sang teroris), Resolusi Jihad (Agus Sunyoto), Galeri foto yang menjadi rubrik terbaru kami, selamat membaca. Segenap crew Risalah NU mengucapkan Selamat Tahun Baru 1 Muharram 1435 H. Semoga tahun ini dan seterusnya kita mendpat perlindungan kepada Allah SWT., mendapat syafaat dari Rosulullah Muhammad SWT., amiin.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Risalah NU Edisi 44”

Your email address will not be published. Required fields are marked *