RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tengah mempersiapkan pelaksanaan Muktamar NU yang rencananya diusulkan berlangsung pada 1–5 Agustus 2026.
Usulan tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta.
Wakil Ketua Umum PBNU, Amin Said Husni, mengonfirmasi adanya pembahasan tersebut. Menurutnya, pertemuan antara Ketua Umum dan Rais Aam berlangsung dalam suasana silaturahim dan diskusi informal.
“Waalaikum salam. Iya. Kemarin Ketua Umum sowan kepada Rais Aam di Kantor PBNU. Pertemuan silaturrahim, bincang santai, diskusi informal,” ujar Amin, pada Kamis (7/5/2026).
Ia menjelaskan, salah satu topik yang dibahas adalah persiapan Muktamar NU. Dalam kesempatan itu, Rais Aam menyampaikan kembali usulan jadwal Muktamar yang sebelumnya pernah disampaikan saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) NU Jawa Timur beberapa waktu lalu.
“Rais Aam bercerita bahwa ketika hadir ke acara Muskerwil NU Jatim beberapa waktu yang lalu, beliau menyampaikan usulan tentang jadwal Muktamar pada tanggal 1–5 Agustus,” katanya.
Amin menambahkan, Ketua Umum PBNU pada prinsipnya tidak keberatan dengan usulan jadwal tersebut. Namun, menurutnya, kesiapan teknis dan percepatan persiapan masih menjadi perhatian utama.
“Ketua Umum pada prinsipnya tidak keberatan dengan usulan tersebut. Tinggal persiapannya yang perlu diakselerasi,” lanjutnya.
Meski demikian, ia menegaskan keputusan resmi terkait waktu dan lokasi penyelenggaraan Muktamar NU belum ditetapkan. Penentuan itu nantinya akan diputuskan melalui forum Konferensi Besar (Konbes) NU sesuai mekanisme organisasi.
(Anisa)