RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan agenda Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) NU pada 19–21 Juni mendatang akan diselenggarakan di lingkungan pondok pesantren. Saat ini, PBNU tengah menimbang tiga pesantren di dalam dan luar Pulau Jawa sebagai opsi kuat lokasi acara.
Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU, Amin Said Husni mengungkapkan bahwa kepastian mengenai pesantren mana yang akan dipilih masih menunggu hasil keputusan final tim survei.
“Insya Allah pelaksanaan tanggal 19–21 Juni. Untuk tempat, masih menunggu keputusan final. Saat ini alternatifnya ada tiga pondok pesantren,” ujar Amin dalam keterangan resmi yang diterima Risalah NU, Selasa, (2/6/26).
Ketiga pesantren yang masuk dalam bursa calon tuan rumah tersebut adalah PP Al-Kautsar Al-Akbar, Medan (Sumatera Utara), PP Shin Al-Falah, Padang (Sumatera Barat), PP Al-Falah Ploso, Kediri (Jawa Timur).
Sebelumnya pada rapat pleno, Katib Aam PBNU KH Ahmad Said Asrori menjelaskan dua indikator utama yang menjadi parameter penilaian tim. Di antaranya yakni, kemudahan akses transportasi bagi para peserta dan utusan dari berbagai daerah di Indonesia untuk mencapai lokasi pesantren. Kemudian ketersediaan fasilitas vital di dalam pesantren yang memadai untuk menampung ratusan kiai dan delegasi, mulai dari ketersediaan MCK, penginapan yang layak, hingga ruangan representatif untuk rapat-rapat komisi.
Pemilihan pondok pesantren sebagai episentrum kegiatan Munas-Konbes ini juga menjadi momentum penting di tengah sorotan publik terkait isu kekerasan di lingkungan pendidikan. Kiai Said Asrori menegaskan bahwa pesantren yang ideal adalah yang konsisten memegang teguh nilai-nilai dasar kepesantrenan. Melalui forum tertinggi kedua di NU yang ditempatkan di pesantren ini, PBNU ingin mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga marwah lembaga pendidikan Islam tersebut.
“Pesantren yang ideal adalah yang betul-betul memegang prinsip-prinsip etika, akhlak, adab, kemudian memegang syariat. Baik pengasuhnya, ustaz-ustazahnya, hingga semua yang terlibat di dalam pondok pesantren,” tegas Kiai Said pada Kamis, (21/05/26).
Beliau berharap, pesantren yang terpilih nanti tidak hanya sukses menjadi fasilitas fisik penunjang jalannya sidang komisi organisasi, tetapi juga menjadi cerminan lingkungan pendidikan Islam yang aman, beretika, dan religius bagi warga Nahdliyin serta masyarakat luas.
(Anisa)