Sambut Muktamar ke-35 NU, Silatnas Majelis Alumni IPNU Gelar Diskusi Panel 11 Bakal Calon Ketum PBNU
RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Presidium Pusat Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (MA IPNU) menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) 2026 di Hotel The Grove Suites by Grand Aston, Jakarta Selatan. Agenda utama forum tersebut menghadirkan diskusi panel dengan 11 tokoh dan bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menjelang gelaran Muktamar ke-35 NU.
Diskusi panel ini mengusung tema “Kepemimpinan NU yang Adaptif Terhadap Perubahan Sosial: Revitalisasi Spirit Al-Muhafadhah ‘ala al-Qadim al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah”. Forum dirancang sebagai ajang penyampaian visi strategis serta kontribusi gagasan para calon pimpinan dalam menahkodai NU memasuki abad kedua. Sebelas figur yang masuk dalam jajaran diskusi panel tersebut adalah KH. Yahya Cholil Staquf, KH. Nasaruddin Umar, KH. Zulfa Mustofa, KH. Abdul Hakim Mahfudz, KH. Yusuf Chudlori, KH. Abdul Ghaffar Rozin, KH. Abdussalam Shochib, H. Gudfan Arif Ghofur, KH. Ma’shum Abdillah, Hery Haryanto Azumi, dan KH. Marsudi Syuhud.
Ketua Presidium Pusat MA IPNU, Prof. Dr. H. M. Asrorun Ni’am Sholeh, M.A., menyampaikan bahwa seluruh nama calon pimpinan yang muncul di publik memberikan komitmen penuh untuk berdiskusi bersama alumni IPNU. “Alhamdulillah, 11 nama yang muncul di publik, baik yang sudah keliling bersilaturahmi maupun yang mendatangi langsung pengurus cabang, semuanya berkomitmen untuk hadir dan berdiskusi,” tuturnya.
“Ada yang hadir langsung seperti Kiai Marsudi dan Hery Azumi, serta ada yang bergabung via Zoom seperti Gus Rozin karena sedang ada agenda di luar kota,” ujar Prof. Ni’am. Ia menegaskan bahwa Muktamar bukan sekadar kontestasi figur, melainkan momentum adu gagasan. “Muktamar bukan sekadar soal kandidasi, tapi kontribusi pemikiran dan ide bagi NU abad kedua. Jika kita ingin melihat NU Abad Kedua gemilang, itu berada di tangan kesiapan kader-kader muda hari ini,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris Steering Committee (SC) Muktamar ke-35 NU, Prof. Dr. Ir. H. Mohammad Nuh, DEA, mengapresiasi inisiatif MA IPNU yang sukses menghimpun para tokoh calon pemimpin PBNU dalam satu panggung. Prof. Nuh mengingatkan seluruh pihak agar menjaga keutuhan dan maruah organisasi di tengah dinamika kompetisi. “Muktamar ke-35 ini adalah muktamar pertama di tahun yang pas memasuki abad kedua NU. Kompetisi harus disikapi dengan adem dan sejuk. Pastikan ‘harga muktamar’ dan maruah organisasi jauh lebih mahal daripada harga orang per orang atau kepentingan calon,” imbaunya.
(Anisa)