BAZNAS Gelontorkan Rp22 Miliar untuk Beasiswa S2 Mahasiswa Palestina di Indonesia

0

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi meluncurkan skema bantuan pendidikan internasional bertajuk Beasiswa Cendekia Palestina Tahun 2026. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Iddy Muzayyad, menyampaikan bahwa BAZNAS mengalokasikan anggaran sebesar Rp22 miliar untuk membiayai studi jenjang Magister (S2) bagi 200 mahasiswa asal Palestina di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Iddy Muzayyad menjelaskan bahwa peluncuran skema beasiswa ini berawal dari tingginya kepedulian masyarakat Indonesia terhadap kondisi di Palestina. Namun, situasi krisis di lapangan membuat bantuan fisik atau upaya rekonstruksi bangunan di wilayah Gaza belum memungkinkan untuk direalisasikan.

“Kondisi Palestina hari ini sangat mengkhawatirkan, bahkan bukan hanya cukup, tapi sangat mengkhawatirkan karena Gaza itu sudah dikuasai oleh Al Yahud wilayahnya 70 persen. Yang 70 persen ini menurut prediksi dan keyakinan tidak akan dikembalikan. Upaya bantuan kita belum bisa kalau kita lakukan upaya rekonstruksi, tanahnya tidak ada dan kondisinya belum aman,” ujar Iddy Muzayyad dalam sambutannya di Gedung Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Jakarta, pada Rabu (9/9/2026).

Melihat situasi tersebut, BAZNAS mengalihkan skema bantuan ke sektor pendidikan perguruan tinggi. Langkah ini dilakukan dengan memberikan beasiswa kepada para lulusan S1 asal Palestina agar dapat melanjutkan pendidikan S2 di kampus-kampus di Indonesia.

Program ini juga diselaraskan dengan kebutuhan perguruan tinggi di dalam negeri. Berdasarkan kajian bersama Kemendiktisaintek, sejumlah perguruan tinggi di Indonesia membutuhkan keberadaan mahasiswa internasional untuk mendukung kualifikasi pemeringkatan kampus.

“Ini artinya gayung bersambut. Kami memiliki anggaran untuk Palestina tapi belum bisa kita salurkan langsung ke sana, lalu ada kondisi perguruan tinggi kita yang membutuhkan mahasiswa internasional. Untuk itu kami sudah mengalokasikan insyaallah sebanyak 22 miliar untuk 200 mahasiswa asal Palestina untuk kuliah di Indonesia,” kata Iddy.

Dalam pelaksanaannya, BAZNAS bekerjasama dengan Kemendiktisaintek serta perguruan tinggi mitra untuk proses seleksi dan perekrutan. Perekrutan mencakup mahasiswa Palestina yang berada di luar negeri maupun lulusan S1 asal Palestina yang telah menyelesaikan studinya di Indonesia dan ingin melanjutkan ke jenjang S2.

Di samping peluncuran beasiswa Palestina, Iddy Muzayyad turut mendorong perguruan tinggi mitra untuk membentuk dan mengaktifkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Ekosistem perguruan tinggi dinilai memiliki potensi penghimpunan zakat yang diproyeksikan mencapai Rp220 miliar per tahun.

BAZNAS mensyaratkan perguruan tinggi yang ingin bekerja sama dalam penyaluran dana beasiswa zakat untuk mendirikan UPZ yang berkoordinasi secara struktural di bawah BAZNAS Provinsi. Penghimpunan zakat melalui UPZ kampus nantinya dialokasikan kembali untuk mendukung kegiatan civitas akademika setempat, seperti pemberian bantuan biaya kuliah (UKT) maupun beasiswa.

Iddy menegaskan bahwa penyaluran dana zakat diarahkan pada program-program produktif yang memberikan dampak jangka panjang, salah satunya melalui bidang pendidikan.

“Zakat tidak boleh berhenti sebagai bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar saja, tapi juga merupakan bagian dari investasi masa depan terkait dengan pemberdayaan dan penciptaan kehidupan mustahik secara berkelanjutan,” tutur Iddy.

(Anisa)

Leave A Reply

Your email address will not be published.