Dalam majalah Berita Nahdlatul Oelama (BNO) nomor 12, tahun kelima yang terbit 15 April 1936, termuat tulisan ‘Oendangan kehadapan Oelama ke Congres NO’ ke IX. Undangan itu semula ditulis dalam Bahasa Arab dan diterjemahkan dalam majalah ini dalam Bahasa Indonesia dan tulisan latin. Undangan itu ditandatangani oleh Rais Moch. Hasjim Asj’ari dan Katib Abdul Wahab (tanpa gelar kiai).
Dalam undangan ini juga diumumkan bahwa ulama yang digarapoan datang cukuoep membayar 15F (Gulden) untuk tiket kapal lautek Banjarmasin. Semara makan dan tenmaottinggal menjadi beban panitia.
“Kita telah bersedia untuk tuan-tuan tempat bermalam dengan percuma di Straat (jalan) Kertopaten No. 105 Surabaya. Berangkatnya kapal dari Tanjung Perak (Surabaya) yaitu nanti pada hari Sabtu tanggal 6 Juni 1936 jam 5 sore. Ongkosnya pulang pergi f15, sedang makan dan tempat tinggal selama hari Congres di Banjarmasin kita sediakan dengan percuma.” (MH)
…Segala poedji itoe bagi Allah jg, telah mempersatoekan oemat dengan ini Igama jg. ringan, maka Allah mentiadakkan ke golong-an dan kebangsaän diganti dengan persatoe-an keigamaän, Allah telah menoendjoekkan dengan beberapa ajatNja jg. ta dapat dirobah poela, dan kebenarannjapoen soedah diboek-tikan oleh kedjadian2 jang beroelang2 se-bagaimana bisa diketahoei dari riwajat dan tarich. Bahwa pertikaian, saling mendja-oehkan diri, saling berpaling moeka; dan tida adanja persatoean; laloe saling toeloeng; laloe saling toendjang itoe semoea men-datangkan kelemahan; laloe kebinasaän jg.
Pahit rasanja, karena itoelah Allah menitah-kan hambanja berpegang tegoeh dengan per-toendjoekNja jang koeat, jaitoe igama Islam, (karena selama kepertjajaän, anggapan, angan2 dan toedjoean berlainan, maka per-satoean itoe ta’kan moemkin diperolehkan! red.) dan dititahkan poela mengikoeti per-djalanan ‘Oelama’ salichin jg. dahoeloekala [karena selama pengambilan dalilnja berlai-nan, persatoean itoepoen beloem sempoerna diperolehkan-red]
Adapoen rachmat dan salam itoe mo-ga2 tetap atas goesti kita Nabi Moeham-mad jang telah menggerakkan oemmat se-soedah mereka tidoer njenjak, dan diatas keloearganja Nabi dan antero sahabatnja jang soedah bergerak dan menggerakkan, dan atas mereka jg. mengikoeti perdjalan-nan sahabat nabi berlakoe mengikoeti dje-djak mereka didalam pembélaännja pada
Ini igama Islam dari pada ganggueannja ahli bid’ah dan orang kafir, dengan tangkas tia-da melempem, pintar tiada bekoe, penderma tiada membargkang, membela dengan soang-goeh2 tiada tinggal diam, bersoenggoeh2 tiada malas dan tetap tiada berobah bagai manapoen djoega sampai hari qijamat,
WABA’DOE:
Maka bahwasanja bebe-rapa oemmat dahoeloe kala sebelon dioetoes-nja Nabi Moehammad adalah bertjerai-berai satoe sama lain ta’ada jang menaroek per-hatian dan tiada memperdoelikan, maka ada-lah seseorangnja itoe hanja memikirkan ke-pentingan diri sendiri loepa atau poera2 loe-pa dari pada kepentingan oemoem gemeen-schap keigamaän.
Kerana itoelah maka perti-kaian lantas mendjalar dengan loeasnja, dan daripadanja terbitlah peperangan2 jang ma-ha dahsjat sebagaimana tertjatat didalam tarich2 jang tertoelis dengan darah mereka jang hoesoek. Pada masa itoelah Rasoeloel-lah sa w. berdiri dengan tjita2 dan kema-oean jang lebih tegoeh dari pada besi, dan dengan ketabahan (sabar) jang melebihi ketabahan pahlawan2 jang manapoen djoe-ga. Rasoeloellah Saw.
Madjoe kemoeka meloeroeskan, mempersatoekan dan menoen-djoekkan djalan keselamatan, Rasoeloellah s.a.w. menghindarkan oemmat jang sedang menjaboeng djiwanja daripada roesak bi-nasa dan datangnja kehinaän, Rasoeloellah sa.w. menjadarkan mereka laloe tersadarlah mereka itoe dan lantas bersatoe, mereka sigera melemparkan barang jang dikandoeng oleh mereka dari pada kebentjian satoe sa-ma lain dan lantas mendjadi ingat dan pin-tar. Didalam persatoean mereka (jang me-ngikoet pertoendjoek Nabi) seolah olah orangnja Nabi rai-berai satoe sama lain ta’ada jang menarock per-hatian dan tiada memperdoelikan.
Maka ada-lah seseorangnja itoe hania memikirkan ke-pentingan diri sendiri loepa atau poera2 loe-pa dari pada kepentingan oemoem gemeen-schap keigamaän, kerana itoelah maka perti-kaian lantas mendjalar dengan loeasnja, dan daripadanja terbitlah peperangan2 jang ma-ha dahsiat sebagaimana tertjatat didalam tarich2 jang tertoelis dengan darah mereka jang hoesoek. Pada masa itoelah Rasoeloel-lah saw. berdiri dengan tjita2 dan kema-oean jang lebih tegoeh dari pada besi, dan dengan ketabahan [sabarj jang melebihi ketabahan pahlawan2 jang manapoen djoe-ga. Rasoeloellah saw.
Madjoe kemoeka meloeroeskan, mempersatoekan dan menoen-djoekkan djalan keselamatan, Rasoeloellah sa.w menghindarkan oemmat jang sedang menjabaeng djiwanja daripada roesak bi-nasa dan datangnja kehinaän, Rasoeloellah sa.w. menjadarkan mereka laloe tersadarlah mereka itoe dan lantas bersatoe, mereka sigera melemparkan barang jang dikandoeng oleh mereka dari pada kebentjian satoe sa-ma lain dan lantas mendjadi ingat dan pin-tar.
Didalam persatoean mereka (jang me-ngikoet pertoendjoek Nabi) seolah olah orang satce djoea, saling membagi kesanangan dan kesengsaraän, Maka tiada antara lama mereka itce mendjadi cemat Islam jang menang sesoedah mereka [dahoeloe sebelon Islam-nja] dialahkan, dan mendjadi [lochoer-atas tinggi) sesoedah mereka (dahoeloenja) mendiaji golongan jang diprentah atau di kepalai.
Kemoedian sampailah mereka pada adjalnja dan poelang ka Rachmatoellah de-ngan memeroleh karidla’an Toehannja dan Sorga jang ni’mat, tiada adalah mereka itoe dikeloearkan dari Sorga selama-lamanja; demi sesoenggoehnja Sorga itoe seni’mat2 tempat tinggalnja orang jang takoet kepada Allah semoeanja Waba’doe.
Maka oleh kerana tingkat-nja akal itoe bertingkat tingkat (tiada sama ketjerdasannja), pada hal itoelah jang men-djadi sebab jang teroetama bagi pertjeraian. dan saling mendjaoehkan diri, dan inilah ig.
Mendjadi sebabnja tiada soeka saling toe-loeng-wenoeloeng sesama Moesliminn a dan inilah ig.mendatangkan antero malapetaka dan kebinasaän, kerana itoe semoea maka Rasoe-loellah s.a w. telah menitahkan oematnja soe-paja saling bermoesjawarat (vergadering) antara sesama Moesliminnja didalam antero kepentingannja, agar soepaja tiada terlepas. lah ikatan pergaoelan hidoepnja, kerana ada-nja ini titah maka oemat Islam dahoeloe kala itoe senantiasa mengikoeti itoe djalan (ber-moesjawarah), maka ringanlah beban mare-ka (kerana saling toendjang tahadi) lagi poe-la senang, moelja dan loehoer.
Kemoedian datanglah masanja orang kemoedian, jang lantas menarik kesenangan dan kesoekaän oentoek diri mereka sendiri, dan bermegah-megahan atas teman sedia-watnja, dan memboeangkan traditie (kebia-saän) bermoesjawarat, kerana mengikoeti djedjak sjahwatnia, dan kerana tama’ sera-kah pada kepentingan diri mereka sendiri.
Loepa daripada perdialanan nenek mojangnja dan tiada memperdoelikan pada apa jang menimpa atas igamanja dan oemat golong-annja. maka terdjeroemoeslah mereka itoe kedalam djoerang ig orang dahoeloe (sebe-lon Nabi) djatoeh dis toe. jaitoe pertikaian dan perselisihan (kerana selama orang memikir kan senangnja sendiri tentoelah pasar” per-dioeangan mereboet kepentingannja mendja-di ramai kembali baekpoen antara seseorang ataupoen antara beberapa keradjaän terhadap a lain keradjaän) dan djatoeh saling tindas limpah dan dengan lain2 perkakas poela.
Ma oilik toe semoea kalau andai tiada petine. laengannia Allah id ageeng, kalau tida keta na kebenarannia ini Igama lalam 1g. lochor dan kalau tiada poela kerana pembelaännja ketinggalannia orang2 solichin dengan ke headak lebih loehser, hati lebih koeat dan lebih ichlas, nistiajalah igama kita Islam tal saedah diatoeh dari kedoedoekania lang tinggi.
Siahdan, maka oentoek meniamboet ba haja bahaja terseboet, menjingkirkan kotoran diatas, meninggikan Igama Allah ig maha loehoer, dan bocat menepati hak Rasoeloellah a. w. atas kita oematnja besar dan keti kita memanggil padoeka2 ‘Oelama ig. moel ja2 kepada persatoean, toeloeng mendeloeng. roendiang mencendiang dan mendjaochi per. selisihan, berpaling moeka (oengkoer oeng. kazran-jv) dan itos semoea tiada akan sam poerna melainkan dengan ingat mengingatkan dan bermoesjawarat!
Maka kemarilah kepada permoesjawaratan [congres]! | disanalah ada memberi dan menerima faidah, dan saling mengerti didalam antero barang jang antara kita semoeanja, lagi poela misih ada lain2 faidah, dan tiada asing pada teean? bahwa kemzoeannja laki laki itoe bisa me roeboehkan goenoeng!!! maka kasenangan nia perdjalanan itoe moedah dan ringan be laka bagi orang.
Mempoeniai kemacean soenggoch2 jalah kemaceania pahlawan la-k12!!! lagi poela dengan toeloeng-menoe-loerg. toendiang mencendjang antero beban jang berat2 itoe mendiadi mata mata, sebagai djoega tiada nsing pada tecan2 bahwa pergi ke Borneo dan segala keberatan2nja itoe beloem satoe per sepoeloch dari sepoelochnia sepak terdiangnja nenek mojang kita jang solich2!!!!
Maka adakah kita mengakoe2 mengi koet mereka, padahal kita belon mendialani satoe persepceloeh dari persepcelcehoia seedah diperbocat oleh renek mojang kita lang daboelse?? Adakah bila sampai ke singgasana kebesaran di donia dan Sorga di achirat melainkan orang jang soeka ber-boeat??? dan menempoeh apa jang ditem-poeh oleh nenek mojang kita???
Maka kemarilah. hai Oelama 2 jang moelja2 kepada Congres dengan kegagahan toean2 jang ma’loem, dan kesoenggoehan jang termasjhoer2, (marilah-) sebelon tiba-nja siksa! maka sesalan dewasa itoe soedah tidak bergoena.
Kita memanggil padoeka Oelama 2 se-moeanja zonder ketjoealian, sama djoega toean lid N. O. atau boekan lid. asalkan sa-asas dan satoe toedjoean, jaitoe bermadzhab dengan salah satoe Madzhab ampat, jaitoelah asas dan toedjoean ini per-himpaenan [N.Ο.].
Maka barang siapa dari Oelama’ menghendaki hadlir soekalah kiranja datang pada salah satoe tjabang kita N.O. di Indo-nesia ini oentoek mendapat soerat mandaat ka-Oelama’an dengan pertjoema, perloenja OELAMA.
Toek menggampangkan melaiani toean2 di gah perdjalanan dan di tempat Congres, Bahwasanja didalam kalangan cemmat mdari pada dermawan? misih banjak ka toean bisa memperoleh barang jang can chadjatkan øentoek perdjalanan toean Bandjermasin).
Dan dari pada kita, bagi toean2 teri-a kasih sebelon dan sesoedahnja.
Atas nama Hoofdbestuur
Hoch. Rois: Hasjim Asj’ari
Katib: Abd Wahab