Gus Yaqut: GKMNU Langkah Besar PBNU Membangun Peradaban

Gus Yaqut: GKMNU Langkah Besar PBNU Membangun Peradaban

Ketua Satgas Nasional Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut) menyatakan bahwa organisasi Nahdlatul Ulama (NU) ingin membangun peradaban yang lebih baik. GKMNU dibentuk sebagai salah satu ikhtiar mencapai tujuan tersebut.

”GKMNU adalah langkah besar PBNU untuk membangun peradaban.” tegas Gus Yaqut saat peluncuran dan sosialisasi GKMNU di Provinsi Jawa Barat, Jumat 29 Oktober 2023.

Menurut Gus Yaqut, ikhtiar membangun peradaban selalu dimulai dari unsur terkecil dari masyarakat, yaitu keluarga. Karenanya, kemaslahatan keluarga menjadi penting dan kunci.

“Jika ingin mengubah peradaban, mustahil jika tidak dimulai dari keluarga,” ujarnya.

Banner dalam Post 300 x 416

Gus Men berharap GKMNU menjadi gerakan yang mendatangkan banyak manfaat, tidak hanya bagi organisasi, tetapi juga untuk warga NU, baik secara ekonomi maupun politik. Selaku Ketua Satgas Nasional, Gus Yaqut mendapat mandat dari Ketua Umum PBNU untuk memastikan kehadiran NU berkontribusi bagi peradaban manusia. Untuk itu, Gus Men minta jajaran GKMNU untuk bergerak bersama, memberi makna kehadiran jam’iyah NU di tengah masyarakat.

“Kita harus lebih bermakna. Kita harus bekerja untuk jamaah dan jam’iyah kita. Sanggup, ya?” tanya Gus Men diikuti kata siap dari peserta yang hadir.

“Bermakna bagi peradaban manusia harus dimulai dari membangun keluarga. Sehingga, muncul Gerakan Keluarga Maslahat ini,” sambungnya.

Gus Yaqut  yang merupakan Menteri Agama RI ini juga menjelaskan, GKMNU akan mengorkestrasi beragam kegiatan PBNU yang berbasis keluarga. Pihaknya telah menjalin sinergi dengan kementerian, lembaga pemerintah, maupun pihak swasta.

“Ada banyak kegiatan yang akan dilakukan. Kita sudah menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama, Kementerian UMKM, Kementerian Kesehatan, dan kementerian lain yang arahnya ditujukan kepada keluarga,” ujar Gus Yaqut.

Satgas GKMNU, kata orang nomor satu di Gerakan Pemuda Ansor ini, akan membentuk kepengurusan dan struktur dari level provinsi, kota/kabupaten, kecamatan, hingga kader di tingkat desa. Tujuannya, untuk memastikan setiap program dan kegiatan berjalan dengan baik dan efektif.

“Program ini harus bisa dicek output dan outcome-nya. Bukan asal melaksanakan kegiatan saja. Tapi harus bisa diukur dampaknya kepada masyarakat NU,” tambahnya.

Gus Yaqut mengatakan, keberadaan struktur GKMNU sangat penting untuk menjalankan kegiatan-kegiatan ini. Jajaran GKMNU ini nantinya akan bersinergi dengan struktur NU yang sudah ada dari pusat hingga desa, yakni PBNU, PWNU, PCNU MWCNU hingga Ranting.

“Apakah kegiatan-kegiatan ini memungkinkan dikerjakan? Sangat mungkin, karena NU dari pusat sampai daerah. Namun apakah kita terbiasa mengerjakan pekerjaan dari atas sampai bawah itu? Belum tentu. Ini lah kenapa satgas menjadi penting. Sehingga program sampai kepada elemen terpenting yakni keluarga,” jelasnya.

Pembentukan struktur ini, lanjut Gus Yaqut akan melibatkan kader terbaik NU di berbagai wilayah dan berbagai tingkatan. Sehingga, struktur GKMNU ini dapat berkolaborasi dengan kepengurusan NU di wilayah tersebut.

Di samping itu, Satgas GKMNU juga memiliki tugas penting untuk menjadi elemen kinetik yang menjalankan organisasi. “Organisasi NU juga harus bekerja. Tidak boleh hanya aktif ketemu ketika momentum tertentu saja. Karena pada prinsipnya NU ada untuk melayani. Nah ini salah satu tugas satgas ini juga,” lanjutnya.

Dengan demikian diharapkan, terjadi kerja-kerja pelayanan terhadap warga NU yang dilakukan oleh pengurus. Sehingga keberadaan pengurus NU dapat dirasakan oleh masyarakat NU di level keluarga. (*)

Leave A Reply

Your email address will not be published.