Ngaji Kitab Habib Umar, LDNU Gandeng Majelis Al Muwasholah

 

RISALAH NU ONLINE, JAKARTA – Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) bekerja sama dengan Majelis Al Muwasholah Bainal Ulama al-Muslimin mengadakan kegiatan “Ngaji Kitab” bersama dengan Habib Umar bin Hafidz di Pondok Pesantren Al-Mubarok LANBULAN Madura pada hari Rabu 24 Januari 2024 atau bertepatan 12 Rajab 1445 H.

 

Kegiatan tersebut merupakan program yang diselenggarakan rutin setiap bulan pada hari Rabu di pekan pertama. Kitab yang dikaji yaitu Bahjatul Mahafil karya Imam Yahya Al’Amiri dan Adabul Alim wal Muta’allim karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari.

 

Selain pengajian kitab, acara juga diisi dengan pembacaan tahlil, maulid, qasidah, serta tausiyah yang disampaikan langsung oleh Syekh Syadi Musthofa Ad-Damasyqi yang diterjemahkan oleh Habib Ubaydillah Al Habsyi.

 

Pada untaian kata-kata mutiara yang beliau sampaikan, Syekh Syadi menjelaskan bahwa saat ini kita sedang berada pada zaman yang penuh dengan fitnah dan gangguan sehingga beliau mengatakan solusi yang dapat kita lakukan untuk menghadapi zaman ini yaitu dengan mendekatkan diri kepada orang-orang yang ‘alim dan ma’rifah billah.

 

Hero Banner 1080 X 400

“Mari mendekat kepada para Ulama yang telah mendapatkan warisan dari Nabi Muhammad SAW. Semakin sering kita duduk dengan para Ulama, maka semakin besar warisan nabi yang mereka dapatkan dan juga kita dapatkan,” jelas Habib Ubaydillah menerjemahkan untaian ajakan Syekh Syadi.

 

Selanjutnya acara inti yaitu pengkajian kitab Bahjatul Mahafil karya Imam Yahya Al’Amiri dan Adabul Alim wal Muta’allim karya Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dijelaskan langsung oleh Habib Umar bin Hafidz melalui panggilan video.

 

Dikutip dari laman resmi Majelis Al Muwasholah, acara tersebut dihadiri oleh segenap keluarga besar Pondok Pesantren Al-Mubarok LANBULAN Madura, diantaranya KH Ahmad Ghozali MF, Syekh Syadi Musthofa Ad-Damasyqi, Habib Hamid Al Qadri, KH Kafabihi Mahrus Lirboyo serta para Kiyai dan Habaib lainnya. (Anisa).

Baca Juga :   Khofifah masuk TKN, Gus Yahya: Harus Nonaktif sebagai Ketua Umum Muslimat NU
Leave A Reply

Your email address will not be published.