KHUTBAH IDUL FITRI: IDUL FITRI DAN JAMINAN RIZKI ALLAH 

0

Dr. KH. Zakky Mubarak, MA (Mustasyar PBNU)

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

اَللهُ أَكْبَرُ ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ وَلاَ عُدْوَانَ إِلاَّ عَلَى الظَّالِمِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. يَا أَيُهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ. وَفِي الْحَدِيْثِ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إنَّ اللَّهَ وكَّلَ في الرَّحِمِ مَلَكًا، فيَقولُ: يا رَبِّ نُطْفَةٌ، يا رَبِّ عَلَقَةٌ، يا رَبِّ مُضْغَةٌ، فإذا أرادَ أنْ يَخْلُقَها قالَ: يا رَبِّ أذَكَرٌ، يا رَبِّ أُنْثَى، يا رَبِّ شَقِيٌّ أمْ سَعِيدٌ، فَما الرِّزْقُ، فَما الأجَلُ، فيُكْتَبُ كَذلكَ في بَطْنِ أُمِّهِ.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Saudara, hadirin yang berbahagia!

Semua makhluk hidup, dari makhluk yang paling kecil sampai yang paling besar yang berada dalam alam semesta, mendapat rezeki dari Allah s.w.t., termasuk hewan yang berada dalam batu telah disediakan rezekinya. Semua makhluk yang ada dalam alam semesta ini dibekali oleh Allah s.w.t. kemampuan untuk mengais rezekinya masing-masing, sesuai dengan fitrah kejadiannya.

Semua kehidupan makhluk dalam alam semesta ini, segala pergerakannya, perkembangannya, dan ukuran rezekinya telah ditetapkan oleh Allah s.w.t., sehingga kehidupan di dalamnya menjadi seimbang dan serasi. Allah s.w.t. mengetahui keadaan semua makhluknya, mengetahui tempat tinggal mereka, dan mentakdirkan cara berkembang biaknya, termasuk ketentuan rezekinya dengan sangat rapi dan sempurna. Semua itu tercantum dalam sebuah kitab yang nyata yang disebut al-Lauh al-Mahfudz yang merupakan bank data yang sangat lengkap dan menyeluruh.

وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزۡقُهَا وَيَعۡلَمُ مُسۡتَقَرَّهَا وَمُسۡتَوۡدَعَهَاۚ كُلّٞ فِي كِتَٰبٖ مُّبِينٖ

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh). (QS. Hud, 11: 06).

Allah s.w.t. telah menciptakan tanaman-tanaman keras dan tanaman lunak. Tanaman keras hidup dan tumbuh subur dan dapat menopang batang pohon itu terhadap cabang-cabang dan daunnya, sehingga tidak perlu dibantu dengan ancang-ancang. Pohon seperti ini misalnya adalah kurma, kelapa, dukuh, rambutan, dan sebagainya. Selain dari tanaman keras itu, Allah s.w.t. menumbuhkan juga tanaman-tanaman lunak, yang perlu diberi ancang-ancang atau lanjaran oleh para petani, agar bisa tumbuh dan subur. Pohon ini disebut tanaman lunak.

Tanaman lunak terdiri dari anggur, delima, zaitun, dan berbagai macam sayuran, seperti labu, paria, kacang panjang, dan sebagainya. Semua jenis pohon itu, baik tanaman keras, maupun tanaman lunak, memiliki warna dan citarasa yang berbeda. Semuanya menyenangkan umat manusia. Berbagai macam pohon yang ditanam dalam tanah yang sama dan disiram dengan air yang sama, tapi rasanya, jenisnya, dan warnanya berbeda-beda. Perhatikan perbedaan buah apel, buah tin, delima, mangga, dukuh, salak, dan sebagainya. Masing-masing buah itu memiliki bentuk dan warna yang berbeda. Demikian juga cita rasanya, ada yang manis, asam, gurih, dan berbagai rasa lainnya. Allah s.w.t. mempersilahkan umat manusia untuk menikmati karunia nikmat yang beraneka macam itu. Pada saat mereka memanennya dengan hasil yang berlimpah, diperintahkan kepada mereka untuk membayar zakatnya yang diberikan kepada fakir miskin. Meskipun Allah s.w.t. mempersilahkan umat manusia agar menikmati karunia-Nya yang amat banyak itu, tetapi diperintahkan agar mengonsumsinya secara wajar dan tidak berlebihan. Karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang bersikap berlebihan.

Baca Juga :   KHUTBAH JUMAT: TABIAT MANUSIA DALAM AL-QUR’AN

وَهُوَ ٱلَّذِيٓ أَنشَأَ جَنَّٰتٖ مَّعۡرُوشَٰتٖ وَغَيۡرَ مَعۡرُوشَٰتٖ وَٱلنَّخۡلَ وَٱلزَّرۡعَ مُخۡتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيۡتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهٗا وَغَيۡرَ مُتَشَٰبِهٖۚ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثۡمَرَ وَءَاتُواْ حَقَّهُۥ يَوۡمَ حَصَادِهِۦۖ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ١٤١

Dan Dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-An’am, 06:141).

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Selain dari karunia dan nikmat yang berupa hasil tanaman atau pertanian, dijelaskan juga berbagai karunia yang berasal dari hewan, seperti onta, sapi, kambing, dan hewan-hewan ternak lainnya.

وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَٰمِ حَمُولَةٗ وَفَرۡشٗاۚ كُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ

Dan di antara hewan ternak itu ada yang dijadikan untuk pengangkutan dan ada yang untuk disembelih. Makanlah dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS. Al-An’am, 06:142).

Dari berbagai macam hewan yang diciptakan Allah, di antaranya terdiri dari dua bagian, yaitu hewan yang bisa dijadikan sebagai kendaraan, dan hewan yang dijadikan makanan, yang berfungsi sebagai protein hewani. Maka lengkaplah nikmat itu, pada ayat sebelumnya dijelaskan tentang makanan-makanan berupa protein nabati, termasuk di dalamnya karbohidrat, vitamin, dan sebagainya, dilengkapi dengan protein hewani. Dari aneka macam hewan, manusia bisa mengambil manfaat, bukan saja sekedar sebagai kendaraan atau sebagai makanan, tetapi juga bisa menjadikannya dalam berbagai bentuk yang bermanfaat. Kulit hewan itu bisa dijadikan tas, sepatu, karpet, dan barang-barang lain yang sangat berharga. Bulunya, bisa dijadikan sebagai bahan kain wol, tulangnya bisa dijadikan berbagai peralatan yang sangat bermanfaat. Semua karunia nikmat itu, diperuntukkan bagi manusia, namun mereka tetap diperingatkan agar tidak mengikuti langkah-langkah syaitan. Karena sesungguhnya, syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi umat manusia.

Baca Juga :   KHUTBAH JUMAT: RAHMAT ALLAH BAGI UMAT ISLAM

Salah satu tujuan diciptakannya alam semesta adalah untuk menguji umat manusia, siapa di antara mereka yang beriman dan berbuat kebajikan, atau mereka yang kafir dan berbuat kerusakan. Mereka yang beriman dan berbuat kebajikan, akan memperoleh kebahagiaan yang abadi, sebaliknya mereka yang kafir dan berbuat kerusakan akan terjerembab dalam kehinaan yang mengerikan. Semua manusia yang berada di bumi, diarahkan agar berusaha dengan segala kemampuannya untuk memakmurkan alam semesta dan memanfaatkannya untuk kesejahteraan bagi sesamanya. Daratan dengan segala potensinya seperti hutan, sumber daya alam harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemakmuran bersama, termasuk potensi lautan dan udara.

Semua perbuatan manusia di dalam alam ini akan dimintai pertanggungan jawab di hari akhirat. Mereka yang memegang amanah dan berusaha mewujudkan kebaikan-kebaikan dalam kehidupannya, akan dibalas dengan kebahagiaan dan kesuksesan di akhirat. Sebaliknya, mereka yang mengkhianati amanah untuk mengelola alam ini dengan baik, dan melakukan berbagai tindakan yang menimbulkan kerusakan, akan dibalas dengan siksa yang menyakitkan. Orang-orang kafir dan musyrik menganggap informasi dari al-Qur’an itu hanyalah merupakan sihir semata, dan mereka tidak mempercayainya. Karena itu, mereka melakukan berbagai amal perbuatan yang buruk, merusak, dan menzalimi sesamanya. Balasan mereka adalah kesengsaraan, baik di dunia maupun di akhirat

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

Kaum muslimin, sidang Shalat Id yang berbahagia

Semua makhluk yang ada dalam alam semesta, dari yang paling kecil sampai yang paling besar, rezekinya telah ditetapkan oleh Allah s.w.t.. Ketetapan rezeki itu telah tertulis secara terperinci dalam al-Lauh al-Mahfudz. Allah s.w.t. menciptakan alam semesta dalam enam masa dan berkembang sesuai dengan ketetapan takdir-Nya. Umat manusia diarahkan agar memanfaatkan alam semesta dengan segala isinya bagi kesejahteraan semua makhluk. Segala penciptaan Allah s.w.t. serta segala isinya merupakan ujian bagi umat manusia, apakah mereka akan menggarapnya sesuai dengan amanah-Nya atau akan menggunakannya sebagai pemuas hawa nafsu. Orang-orang kafir dan musyrik apabila diajak agar mentaati al-Qur’an, selalu menolaknya dengan keras dan menganggapnya sebagai sihir belaka. Pada saat datangya azab yang sebelumnya dicemoohkan oleh orang-orang kafir, maka tidak ada seorang pun yang dapat menghindarinya atau menolaknya. Azab itu akan mengepung orang-orang kafir yang senantiasa berbuat kerusakan dari segala penjuru sehingga tidak ada yang bisa lepas darinya.

Allah s.w.t. telah menciptakan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang menghasilkan berbagai macam buah dan sayuran yang diperuntukkan bagi umat manusia. Selain dari karunia berupa tumbuh-tumbuhan dengan aneka ragamnya, diciptakan juga untuk manusia berbagai macam jenis hewan yang sangat bermanfaat. Dari karunia itu, diperintahkan agar umat manusia memberikan zakatnya yang disampaikan kepada faqir miskin. Meskipun manusia diberi karunia oleh Allah dengan berbagai macam nikmat, namun demikian, tidak boleh bersikap berlebihan, pemanfaatannya harus terukur dengan baik. Manusia muslim dilarang mengikuti langkah-langkah syaitan, seperti yang dilakukan oleh kaum musyrikin, karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang membahayakan bagi umat manusia. Pelanggaran terhadap ketetapan Allah, merupakan perilaku yang dzalim, yang sesat, dan menyesatkan orang lain.

Baca Juga :   KHUTBAH IDUL ADHA: CINTA KEPADA ALLAH DAN RASULNYA ADALAH PINTU MASUK KE DALAM MAKRIFAT

وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةٗ قَالُواْ وَجَدۡنَا عَلَيۡهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَاۗ قُلۡ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأۡمُرُ بِٱلۡفَحۡشَآءِۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ ٢٨

Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya”. Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji”. Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-A’raf, 07:28).

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآياَتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KHUTBAH KEDUA

اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ عَلَى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى ألِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ، وَأَحُثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحًمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ اْلقُرْآنِ الْكَرِيْمِ: يَاأَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ، وَقاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ وَصَدَقَ رَسُوْلُهُ النَّبِيُّ الْكَرِيْمُ وَنَحْنُ عَلَى ذلِكَ مِنَ الشَّاهِدِيْنَ وَالشَّاكِرِيْنَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيَ الْحَاجَاتِ. رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّار. عِبَادَ اللهِ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ، فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُ

مْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

 

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.