Majalah Risalah NU Edisi 123

Rp25,000.00

Description

Lampung, Pandemi dan Mandiri 

Pesta Nahdliyin itu sudah diumumkan.  Munas Ulama dan Konbes NU yang berlangsung akhir September lalu di Jakarta membuat kejutan yang  memutuskan bahwa Muktamar NU ke 34 akan dilaksanakan pada tanggal 23- 25 Desember 2012. Lampung tetap sebagai tempat penyelenggaraan muktamar seperti sudah ditetapkan sejak tiga tahun lalu.

Disebutkan, muktamar itu tetap mengacu pada protokol kesehatan yang ketat, setidaknya seperti yang diberlakukan di Papua saat penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) ke 20 yang belangsung Oktober ini. Kita berharap Pandemi berkurang dan Pemberlakuan Pembantan Kegiatan Masyarakat (PPKM) menunjuk pada level yang rendah sehingga gerak masyarakat lebih longgar.

Memang cukup berat, mengingat muktamar NU merupakan pesta Nahdliyin. Mereka ingin bertemu dengan para ulama seluruh Indonesia yang menjadi idola mereka. Bagi warga Nahdliyin bertemu ulama adalah impian, apalagi sempat mencium tangannya. Sehingga ketentuan protokol kesehatan ini akan memaksa warga Nahdliyin untuk patuh melaksanakan vaksin, serangkaian test, dan lain sebagainya.

Dan jika di kemudian hari –na’udzubillahi min dzalika– kondisi pandemi memburuk, maka keputusan pelaksanaan Muktamar diserahkan sepenuhnya kepada PBNU. Tak diperlukan lagi Munas dan Konbes untuk menentukan waktu muktamar, mengingat pelaksanaan Muktamar ke 34 sudah mundur setahun lebih.

Hero Banner 1080 X 400

Tentu, hal ini merupakan muktamar pertama yang diselenggarakan dalam situasi Pandemi. Pandemi yang sama pernah terjadi pada tahun 1918 sampai tahun 1920 ketika terjadi wabah Flu Spanyol yang banyak menjangkiti Pulau Jawa khususnya. Di saat penduduk Indoensia masih 35 juta itu Flu Spanyol membunuh 13,3% penduduk, atau sekitar 4,6 juta jiwa. Covid-19 menelan korban sekitar 142.000 jiwa (jauh dibawah 0,01%). Di zaman  Kolonial pelayanan kesehatan sangat buruk terutama untuk pribumi. Tapi, tahun itu NU belum dideklarasikan. Jika kemudian muncul wabah Kolera dan malaria, tak sedahsyat Covid-19 dan Flu Spanyol.

Selama ini NU juga tetap mendukung pemerintah dalam hal penanganan Covid-19 agar tidak menjadi wabah Flu Spanyol, sehingga muktamar juga tetap mempergunakan protokol kesehatan yang ketat yang akan diatur kemudian bekerjasama dengan Satgas Covid-19.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Majalah Risalah NU Edisi 123”

Your email address will not be published. Required fields are marked *