Risalah NU Edisi 60

Rp15,000.00

Description

ISLAM NU ISLAM KITA

Risalah NU edisi 60 kali ini berbeda dengan risalah sebelumnya, mengapa, karena risalah edisi kali ini format dan tulisannya berbeda, lebih besar dan enak untuk dibaca. Akan tetapi dalam konten bahasannya tidak mengalami perubahan, tetap konten dan rubriknya sama. Pada edisi kali ini, laporan utamanya membahas masalah Islam NU dan Islam kita?…

Dipercaya bahwa majalah ini dibaca sekitar 40 juta orang di lebih dari 70 negara, dengan 49 edisi dalam 21 bahasa. Sirkulasi globalnya mencapai 10,5 juta eksemplar, sehingga menjadi majalah dengan sirkulasi terbesar di dunia. Ukuran yang khas dan bisa masuk ke saku jas ini membuat di AS dikenal slogan: “Amerika di saku Anda.” Berkembang kemudian di banyak negara menyonteknya. Di Jepang tahun 1970-an terbit majalah Peace Happiness and Prosperity (PHP) dan laku bak kacang goreng. Di Indonesia awal tahun 1970 kemudian terbit majalah Intisari dan Warnasari. Setelah reformasi muncul juga majalah Hidayah, Sabili, Alkisah, Hikayat, dan lain sebagainya.

Akhir Maret lalu terjadi peristiwa menarik, Ketua Umum PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siroj menyerahkan kartu anggota kehormatan Nahdlatul Ulama (Kartanu) kepada Presiden Joko Widodo disaksikan Rais Am PBNU Dr. KH. Ma’ruf Amin. Presiden menerima kartu itu dengan gembira dan menyimpan dalam dompetnya. Begitu juga yang diterima Wakil Presiden HM Jusuf Kalla, yang tercatat sebagai salah seorang Mustasyar NU. Kartanu atau Kartu Anggota NU sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun NU berdiri pada tahun 1926. Kartanu masa lalu tentu masih sangat sederhana, karena mutu cetak juga masih sangat sederhana. Bahkan sebenarnya, berdirinya organisasi apa pun sudah disertai dengan pembuatan kartu anggota. Jika ormas tertua di Indonesia itu Jemiat Kheir yang berdiri pada akhir abad 19, maka kartu anggota sudah dibuatnya pada awal abad 20.

Kartu anggota atau membership card menunjukkan keanggotaan seseorang pada organisasi itu secara sah. Ia terikat dengan ketentuan dan aturan organisasi itu. Ia harus mematuhi anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi itu. Pemilik kartu bisa dipecat jika melakukan kesalahan yang dianggap menodai nama organisasi itu atau melanggar aturan yang berat. Organisasi modern yang mendunia antara lain adalah Lion’s Club yang berdiri tahun 1917, tepatnya 7 Juni 1917. Adalah pengusaha dan dermawan Melvin Jones yang kala itu berusia 38 tahun mendirikan organisasi yang berpusat di Chicago, Illinois, AS. Organisasi sosial yang menggalang dana dari kalangan pengusaha ini sudah memiliki 46.000 cabang dengan 1,4 juta anggota aktif.

Organisasi ini mengharuskan pertemuan-pertemuan rutin dan kunjungan pada cabang-cabang yang lain. Perbankan di Amerika Serikat dan Eropa juga telah membuat kartu untuk nasabahnya. John Biggins, seorang bankir di Brooklyn memperkenalkan kartu kredit pertama, Master Card pada tahun 1946. Kemudian disusul Dinner Club, American Express, JCB, Visa, dan lain sebagainya. Berikutnya, peran kartu dimultigunakan dengan temuan Luther George Simjian yang mencoba memadukan kartu keanggotaan nasabah dengan kartu tarik tunai pada Juni 1960. Kartu itu kemudian dikenal dengan nama Authomatic Teller Machine atau anjungan tunai mandiri (ATM). Itu adalah kisah perjalanan sebuah kartu.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Risalah NU Edisi 60”

Your email address will not be published. Required fields are marked *